Celoteh Mivo
Ini tempat berkumpul para dialog absurd yang berseliweran di sekitar kita. Kalian pasti punya pengalaman NYATA yang sama.
submit dialog-dialog pada form "Kirim Cerita" disamping ini lengkap dengan siapa yang berceloteh, siapa yang dikomentari & tempat kejadian perkara.
Di bandingkan malam sebelumnya Malam ini terasa lebih panas dan sangat berpengaruh terhadap mataku, jadi iri sama si Gedong kawan sekamarku yang entah sudah sampai dimana, Gedong, kalau sudah tidur perangpun takan sanggup membangunkan dia. Jarum pendek di jam dinding sudah menunjukan ke angka 2, suara jangkrik menambah kesunyian . sayup-sayup terdengar lantunan lagu kenangan dari radio bututku yang berada di kamar sebelah. Aku adalah seorang mahasiswa di sebuah perguruan negeri di kota yang tidak terlalu besar namun suasana kotanya tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar, orang-orangnya tidak perduli dengan lingkungan sekitar. Kebanyakan dari mereka sibuk mengurusi kehidupan mereka masing-masing, ah sudahlah semakin ku pikirkan aku semakin tidak bisa tidur .
Aku coba bangkit dari tempat tidur dan melangkah kemeja yang berada di dekat pintu, sisa kopi tadi masih bisa membasahi tenggorokan. Sial.. kotak rokok yang ada di atas meja hanya berisikan kertas timah, terpaksa harus cari sisa-sisa rokok di dalam gelas yang sudah menjadi asbak. untungnya malaikat maut masih bersamaku, ada rokok yang belum habis, korek apipun memberikan sedikit harapan, kepulan asap rokok telah memenuhi mulutku, lumayan ….
sesaat mata ku melihat kearah sebuah bungkusan hamm..makanan untung ada makanan kiriman orang tua si Gedong tadi siang lumayan dapat mengisi perutku
Akhirnya rasa kantuk mulai meyerang mata ku dan tak terasa api rokok sudah mati dengan sendirinya, kemudian kembali ku melangkah menuju peraduan untuk segera menyusul Gedong yang entah sudah sampai dimana.